web analytics
Cara Menghitung THR (Tunjangan Hari Raya)

Apa itu thr ?

Hubungan kerja merupakan hubungan antara pengusaha dengan karyawan, yang didasarkan pada perjanjian kerja. Di dalamnya ada 3 unsur wajib, yaitu:

  • Adanya pekerjaan,
  • Adanya instruksi untuk melakukan pekerjaan,
  • Adanya imbalan / gaji / upah (merupakan balas jasa yang dibayarkan kepada pemimpin, pengawas, pegawai, staf atau pegawai kantor. Proses pembayaran gaji biasanya diberikan dalam setiap bulannya.)

Kalau dulu menjelang puasa pasti seneng banget, selain mau beli baju lebaran tapi dapat THR juga bagi yang sudah bekerja. Oke, disini kita membahas tentang THR atau (Tantangan Hari Ramadhan) hehehe. Bukan-bukan, maksudnya Tunjangan Hari Raya. 

Karena THR merupakan penghasilan tambahan yang dinantikan setiap tahunnya. Meski masih lama, perlu tahu dong cara mengelolanya ? Karena jika tidak dikelola dengan baik, THR bisa lenyap tak berbekas .

Baca Juga :  Tips Sehat Berpuasa Bagi Penderita Maag

Lalu rekan kerja ada yang tanya ;

Gimana sih cara hitung THR ?

Misalnya :

Pak Hendi berkerja di PT. Maju Mundur sudah selema 1 tahun lebih 4 bulan. Pak Hendi mendapatkan Gaji Pokok perbulannya Rp. 2.000.000.

Jawaban :

Perhitungan nya adalah Masa Kerja (Pak Hendi) : 1 tahun 4 bulan akan mendapatkan THR sebanyak 1 bulan upah gaji pokok. artinya akan mendapatkan THR sejumlah Rp. 2.000.000.

Baca Juga :  5 Profesi di Bidang IT (Teknik Informatika)

Nah kemudian jika ada yang tanya “kalau dibawah 1 tahun, bagaimana perhitungannya ? apakah akan tetap mendapatkan THR?”

Jawaban :

Ya, betul. akan mendapat kan THR juga dengan sebanyak masa kerjanya, dengan perhitungan dibawah ini;

Misal :

Masa kerjanya : 6 bulan

Gaji Pokok Bulanan : Rp. 2.000.000

Baca Juga :  Edit Foto Dengan Efek Bintik? Begini Caranya!

Jadi, Perhitungannya adalah :

6 bulan /12 bulan x (Rp. 2.000.000) = Rp. 1.000.000 (THR yang didapatkan)

Catatan : Jika ada tambahan Tunjungan, tinggal ditambahkan setelah perhitungan THR.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: