Tips Hidup Sehat Berolahraga dan Diet oleh Marleyna

Tips Hidup Sehat Berolahraga dan Diet

Tips Hidup Sehat Berolahraga dan Diet

Tips Hidup Sehat Berolahraga dan Diet oleh Marleyna

Sebentar lagi sudah masuk tahun 2020, begitu banyak kisah dan perubahan selama setahun ini. Ada beberapa hal sudah tercapai, namun sebagian masih menjadi resolusi ditahun depan. Jadi ingin berbagi sedikit tentang salah satu pencapaian saya ditahun ini.

Yah, kalau dibandingkan dengan pencapaian orang lain mah, saya seperti selotip di toples nastar suguhan lebaran kemarin..hehehe, agak receh.
Tapi ngebandingin diri kita dengan orang lain mah engga akan ada habisnya, sebenarnya yang harus di jadikan bencmark, yah diri kita sendiri.

Sudah sejauh mana menjadi lebih baik, progres yang berkembang dan rupa di cermin.
Iyah pencapaian pencapaian yang mungkin tidak terlalu berharga jika di bandingkan dengan orang lain, tapi sangat berharga dan merubah hidup kita, perlu kita appreciate dan kita share.
Bukankah sejatinya hidup ini memberikan manfaat? Jika tidak bisa bermanfaat bagi orang lain, setidaknya bagi diri kita sendiri.

Pada awalnya, saya memutuskan untuk olahraga, karena saya eneg saja (hanteu alus pisan) melihat bentuk saya di foto dan di cermin. Meskipun, saya bukan tipe yang over weight sekali, yang harus membagi tips menurunkan berat badan. Tidak, saya masih dalam taraf “segar” saja, di berat Badan 70kg….
Hahahah… ((( segar )))

Sekalipun, nyatanya kata “segar” itu artinya diatas langsing yang keblabasan. Menjadi perempuan “segar”, tiap kali di foto harus bingung mencari angle yang pas. Harus cari badan temenlah, biar kelihatan agak kurus, harus miring, harus wajah ajah, dan banyak rolenya tiap foto, tapi mau foto di semua angle, saya tetap ngerasa jelek.
Minta foto ulang beberapa kali, karena hasil kurang pas, padahal mah saya denial ajah, bukan kamera atau anglenya yang salah, tapi emang badannya yang terlalu segar, dan endingnya memakai semua baju jadi engga bagus.

Baca juga yuk :  Cara Mengaktifkan ads.txt Adsense

Long short story, Marleyna wants, Marleyna gets, hahaha.
Akhirnya saya memutuskan untuk menjadi member sanggar senam, yang lumayan jauh dari tempat saya mengajar
Kerja dari pagi sampe sore, lanjut sampai malam, saya sanggar. Mulai aerobik, yoga, zumba, dance ….semua.
Saya mulai menambah list “harus olahraga”, karena saya tidak bisa membatasi makanan enak, saya tidak punya budget khusus untuk beli minuman kesehatan untuk penurunan berat badan yang mahal itu.
Jadi mau tidak mau, saya harus olahraga, supaya badan saya tidak tembus di angka 80kg…Hahahaha ((( 80 kg )))

Percayalah, perempuan dengan berat badan diatas 60, mereka tidak akan mau bersahabat dengan timbangan badan.
Ini soal kenyataan hidup yang mereka coba tampik.

Dulu, saya bukan tipe orang gampang naik berat badan, sekalipun mau makan 10x dalam sehari. Saya akan tetap kurus. Saya juga tidak punya bakat gemuk dari orangtua saya. Tapi yah, apapun itu, nyatanya berat badan saya 70, dan itu gemuk.
Dan terlepas apapun, sekalipun saya dulu adalah manusia yang susah gemuk, nyatanya sekarang saya gemuk.
Usia dan metabolisme tubuh yang menurun membuat airpun kalau masuk dalam tubuh, bisa menjadi lemak.
Saya bukan dokter, saya juga bukan praktisi atau konsultan kesehatan dan nurtrisi, ingin mengurangi berat badan tapi saya tidak bisa mengurangi makan enak, makanya jalan satu satunya yah olahraga.

Baca juga yuk :  Apa Itu SWDKLLJ Pada STNK ?

Progres sejauh ini? Yah sebetulnya masih biasa biasa ajah, hahaha.
Tapi kalau diingat dulu, bagaimana aku pertama kali senam, hampir setiap 10 menit aku minum dan istirahat.
Dan menurut instruktur itu salah, tapi bagaimana lagi, memang tidak kuat, kalau tidak minum bisa pingsan.
Kalau sekarang, sebelum dan sesudah senam saya bisa tidak minum, jadi fokus melenyapkan lemak yang sudah ada, bahkan sampai 3 jam saya masih mampu nonstop.

Dulu, setiap pulang senam, langsung tepar, besoknya kaki sakit buat jalan, tapi enak. Makanya saya engga kapok. Besok datang lagi. Kalau sekarang mah, pagi senam, lanjut kerja, sore senam lagi, malam lanjut ngemall engga ada tepar teparnya.

Ya gitulah.
Udah.
Engga usah lihat progres orang lain.
Engga usah mendengar komentar orang lain.
Meskipun aku, banyak yang bilang, aku lebih cantik dulu, lebih segar dulu.
Lebih bohay dulu.

Tapi kan orang hanya melihat, dan berkomentar. Kita yang merasakan, kita yang tersiksa ketika baju naik terus ukurannya.
Kita yang merasakan, engga enaknya kalau asam urat udah datang, kalau kolesterol tinggi semua rasanya sakit. Tidur selalu mendengkur, dan banyak hal.
Yah, tapi saya juga bukan Dewi Huges yang dari 120 jadi 40 kg juga.
Saya sudah bahagia dari 70 ke 50 kg,
Sudah senang dari baju ukuran L menjadi S.

Baca juga yuk :  Lomba Mewarnai Bersama GREEBEL

Tidak usah melihat progres orang lain. Kan tiap orang berbeda beda, startnya berbeda, alokasi waktunya berbeda, determinasinya juga berbeda.

Punya kesehatan dan badan bagus itu asset, karena masa tua juga harus kita pikirkan.
Olahraga itu previlege, mengatur pola makan juga previlege. Saya bersyukur bisa mendapatkan kedua previlege itu, dan engga memaksa orang lain untuk menjalani hal yang sama.

Tapi kalau kalian mempunyai kesempatan untuk melakukan dua previlege tadi, yah sebaiknya dilakukan.
Kata orang “sehat itu mahal, engga juga. sehat itu penting, engga harus mahal”.
Biar ketika kita tua, engga menyusahkan orang orang sekitar kita.

Dan here i am, setelah vakum senam kurang lebih 8 bulan, tubuh sudah mengunci, dan berat badan stabil even makan banyak.

Semangat yah, yang masih suka ngomong DIET mulai besok…

Tinggalkan Balasan